Showing posts with label #eventvalentine. Show all posts
Showing posts with label #eventvalentine. Show all posts

Tuesday, February 14, 2012

PEMENANG I : from @shimelia with love

PERSINGGAHAN TERAKHIRKU, MATAHARI SENJA

Ketika senja itu begitu nyata mendekap.. Merengkuh dan berbisik kata penuh cinta...
Tak sekalipun risau mampu mengintip bahkan elegi pun seperti kehilangan melodinya...
Tak sekalipun gelisah mampu berbisik seperti mati rasa aku jatuh cinta..

Kisah cinta anak muda dimulai dari sana..
Saat sebatas takdir klise tuhan mempertemukan kita..
Dalam sengat matahari dan pesona dirimu yang tak mampu untuk bibir ini mendeskripsikan..

Matahari terindahku..
Aku mencintainya.. sungguh mencintainya..
Bintang malam jadi saksi saat aku mengucapkan ini..
Mungkin bintang itu pun merasa iri pada satu sosok matahari terindahku..

Karna aku lebih mencintainya. Amat mencintainya..

Rasa cinta itu hanya kita yang punya..
Begitu harum semerbak bagai mawar dan laksana edelweiss yang mempesona
Tertanam disetiap sudut guratan namamu dalam bingkai hati ini...

Cinta ini mungkin lebih kokoh dari tingginya puncak everest di hamparan himalaya...
Gunung gunung itupun bahkan malu mengakui betapa megahnya rasa cintaku dibanding keagungan yang dimilikinya...

Aku bahagiaa, ya aku bahagia..

Bilamana Radio hati ini bisa memutarkan selalu kata terindahku saat berbicara tentang dirimu.. Aku tahu..... Radio itu akan memutar selalu...
"aku cinta kamu, sekarang, Esok, selamanya dan setiap hari tak pernah berubah"

Matahari yang selalu pulang keperaduannya dalam jingga tempo senja kala..
Menjadi tempat persinggahan termanis, kisah cinta ini ku kenang selamanya....

PEMENANG II : from @rsdaRmilo with love

Dulu ...
Terlukis jelas dalam memoriku
Saat ku menyantap indahnya malam yang berhias bintang
di atas hijaunya rerumputan
Bertemankan semilir angin yang selalu setia berada disisiku
Sekarang ...
Kau hadir disetiap hariku.. menemani angin yang selalu setia menjagaku
Disaat kau memberikan MAWAR biru itu untukku
Saat itu pula kau melukiskan betapa tulusnya cintamu padaku

Saat ku menatap keindahan MATAHARI di kala SENJA
Aku selalu teringat akan keindahan dirimu
Selalu teringat akan LUKISAN Tuhan yang sempurna di setiap lekuk wajahmu
Selalu teringat akan betapa lembutnya setiap sentuhanmu
Dan selalu teringat akan setiap kata yang mengalir dari bibir indahmu
Namun.. aku tak ingin kau menjadi MATAHARI
Aku tak ingin kau menjadi bintang
Karena aku tak ingin..
Kau hanya ada di kala siang atau pun malam datang
Karena aku tak ingin..
Menyadari kau telah hilang disaat aku mulai menikmati keindahanmu
Karena aku tak ingin..
Menyaksikanmu tenggelam di telan oleh waktu

Disini..
Di puncak GUNUNG ini
Ku lihat langit yang sedang menatapku
Mengawasi setiap gerakku bersamamu
Kepada langit itu aku ingin mengaku..
Kepada langit itu aku ingin mengadu..
Dan kepada langit itu aku ingin berkata
Aku mencintaimmu.. selalu.

PEMENANG III : from @rarasyahutama with love

Cinta itu seperti aku mengenal Elegi..
Aku mencari tahu apa itu cinta sama seperti aku mencari tau apa itu elegi..
aku memahami apa itu cinta seperti aku memahami apa itu elegi..
tidak bisakah aku menemukan pengganti kata lain untuk keduanya?
untuk mengerti keduanya?
untuk memahami keduanya?
tanpa sadar aku mulai dikuasai cinta dan elegi..
seperti lukisan aku mengenalmu,seperti itu pula aku mencoba memahami perasaanku..
terbingkai lesu penuh makna di dalamnya..
tergambar jelas emosi yang ingin tersampaikan..
suatu saat aku menemukan diriku tertawa riang mengenalmu
saat lain juga aku menemukan kesedihan terpancar dalam hening wajahku
muram tak terbaca,hanya kesedihan..
seperti warna,aku mengenalmu ..
jingga dalam kehidupanku untukmu..
tidak memandang teguh pada pendirianku..
aku memilih menjadi keduanya..
tidak terpancar jelas warna kuning yang menyilaukan pandangan..
dan tidak juga menyeruakkan cerah merah di dalamnya..
aku menjadi tautan untuk keduanya..
aku ingin menjadi mataharimu
namun bukan untuk membakarmu dengan panas terik yang melapisiku
memberimu setiap harinya cerah yang menawan untukmu
jadi sebenarnya apa itu cinta?
adakah hubungan cinta dengan elegi 
ataukah ada cinta yang tertuang dalam potret indah lukisan?
apakah cinta seperti jingga?yang tidak terpaku pada satu warna?
ajari aku mengerti cinta saat bersamamu
bantu aku mengerti arti mawar dalam setiap pertemuan
jadilah penyangga dalam hidupku agar segalanya dapat terungkap oleh adanya kamu.
jadikan aku ssesempurna Edelweis
yang tertanam indah untuk hiasan setiap gunung yang kutatap
jadikanlah aku dan kamu menjadi kita..

Puisi : from @arediangel with love

Tiga kata terangkum dalam suatu mantra
Ungkapan cinta dalam suatu fenomena
Ketika sapuan jingga merombak langit
Selayaknya lukisan jiwa sempurna
Senja bercerita,
Tentang matahari yang sebenarnya tak pernah pergi
Tentang jingga yang menjadi cermin dirinya


Dia juga menggumamkan kisah,
Bahwa mencintaimu adalah sebuah elegi
Mawar kuning itu sampai,
Senyum merekah lalu terhempaslah
Koyakan kelopak itu bagai hati yang terserak

Senja mendongeng,
Aku bagai edelweis di puncak tertinggi
Yang telah berani,
Mulia karena tlah memulai
Simponi sebuah kisah kehidupan bukan dongeng
Simponi sebuah lagu menyedihkan
Tentang seekor merpati putih

Senja berkata,
Akhir yang bahagia memang hanya ada di cerita
Senja bertanya,
Akhir apa yang ada di ujung sana?

Puisi : from @felicisore with love

Senja yang dulu beku
Membaku dengan pasti
Meretas, merekah indah tanpa kaku
Hingga mawar biru pun iri
Lihat matahari darimu, untukku
Tak ada lagi jingga dibarengi elegi
Kini cantiknya senja cukup dihiasi asa kita
Asa yang mengudara hingga tinggi
Membubung tinggi kalahkan pencakar
Hingga langit lihatnya jadi grogi
Kau bilang,
Rela bentuk mentari sampai bersegi tiga
Lalu mampatnya di tengah bawah
Juga menghalus pinggirnya
Terakhir, mengasihnya padaku,
Di bawah senja kita
Lukis itu di langit oranye penuh kasih
Bila kau harus menyumput saat senja kita,
Sampaikan saja mentari segi tiga halus
lewat guratan oranye itu, Sayang.

Puisi : from @aminahnh with love

Putriku

Putriku, dalam balutan sinar JINGGA kau tersenyum
Menyaingi matahari SENJA yang memudar
Saat kuselipkan setangkai EDELWEIS di rambutmu
Jerih usaha pendakian GUNUNG yang besar
Tak sebesar cintaku padamu

Putriku, kau bagai alunan ELEGI di RADIO
Senandung yang indah, tenang tapi bergelombang
Mengobrak-abrik sanubariku
Mengaduk-aduk perasaanku

Putriku, kau laksana LUKISAN Picasso atau Van Gogh
Penuh energi, unik dan menggelora
Kau memukau, menakjubkan..mewah
Sekali waktu , penuh kejutan

Putriku, rasakan irama kehidupan dan jantungku yang berdegup kencang
Buka pikiranmu lebar-lebar
Tatap mataku dalam -dalam dan menarilah dengan cinta
Betapa kehidupan bahagia menunggu kita

Puisi : from @liamariaagnes with love

Ketika dahulu kau singgah di hatiku,
ku tahu bahwa kau kan meraja.
Meskipun ku tahu,
hadirmu bawa elegi dalam hidupku,
tak pernah bisa tanganku melepasmu.
Bagai bumi merindu jingganya matahari,
seperti itu pula ku merindu dirimu.
Ku tahu dan ku kenal,
elegi yang kau nyanyi buatku.
Tak ada sesal,
meski sedih yang kau hujam.
Karena ku tahu,
mustahil mengakhiri hari tanpa senja.
Dan karena ku tahu,
matahari tak selamanya terbit.
Harus ku akui,
meski ku ingin pergi,
meski ku ingin menutup telinga,
elegi yang kau nyanyikan,
menjadi candu buatku.
Harus ku akui,
meski ku ingin bersembunyi,
meski ku ingin menutup mata,
sinar matahari itu,
sinar yang kau pancarkan,
telah menjadi mercusuar buatku.
Aku gila!!
Ya aku gila!
Biar orang lain memanggilku begitu.
Menjadikan sosokmu canduku,
bukan gila.
Menjadikan dirimu mercusuar,
itu hanya setitik asa.
Aku hanya tak bisa,
melukis matahari tanpa jingga.
Aku hanya tak bisa,
membiarkan lukisan dirimu,
hilang bersama elegi yang tertiup angin Barat.
Dahulu telah lewat,
senja telah diganti fajar,
dan matahari telah terbit kembali.
Membawa jingga dan asa baru.
Namun elegi yang kau nyanyikan,
dan lukisan dirimu dalam bola mataku,
tak akan lekang dimakan dimensi waktu.

Puisi : from @denovss with love (2)

Jangan memberiku mawar
Memang elok terlihat
Harumnya pun semerbak menyejukkan hidung
Tapi lihat. . .
Keindahannya akan pupus
Mahkotanya lepas berguguran seiring waktu
Wanginya hilang diterpa angin
Pergi menjauh
Hanya menyisakan duri
Menyakitkan. . .
            Jangan kau sediakan teh untukku
            Kehangatannya sejenak
            Tak tahan lama
            Bahkan menyisakan kepahitan
Jangan samakan semua dengan hangatnya matahari
Ia hanyalah raja siang berwarna jingga. . .
Senja akan menelanya menjadikannya malam
            Semua bukan seperti edelweiss bagiku
            Terkenal dengan keindahannya
            Sayangnya hanya hidup di gunung
            Hanya hidup di tempat tinggi
Beri aku cinta tak berduri
Cinta yang tak menyakiti
Sediakan aku cinta. . .
Tanpa kepahitan untuk selamanya
Semua ini hanya cinta. . .
Selalu hangat . . .
Tidak mengenal waktu
            Ini adalah cinta. . .
            Tumbuh dan hidup dimanapun. . .
            Tak mengenal tempat berpijak
Cinta hanya kau dan aku selamanya

Puisi : from @denovss with love (1)

Menemukan Cintaku

Aku telah mengenal cinta saat aku berada di rahim ibuku
Selalu bersama cinta selagi udara masih bisa kusesap
Berjalan bersama cinta hingga senjaku
Aku menemukan cinta lain
Semakin dipendam meninggi seperti gunung
Itu yang ku rasa saat melihatmu
Melihat cahaya matahari dari matamu
Rasanya berbeda dari cinta terdahulu
Bukan seperti cintaku pada Tuhanku
Bukan seperti untuk keluarga dan orang sekitarku
Kau lukisan tangan Tuhan yang membuatku terpaku
Karya maha dahsyat dari Yang Kuasa
Melihatmu membuat senyuman di wajahku
Menepis elegi yang menyesak di dadaku
Ku ingin melewati senjaku bersamamu
Berjalan menapaki waktu menggandeng tanganmu
Menjadikan abadi rasa ini layaknya bunga edelweiss
Di hati kita berdua

Puisi : from @diannoov with love

Saat hujan takkan ada warna jingga.
Yang ada hanya awan mendung yang pekat.
Setelah itu akan ada pelangi.
Dan Matahari pun terbenam, tanpa disadari.

Ingin rasanya ku berteriak kepada hujan,
Untuk tak menutupi matahari itu.
Namun aku tak bisa,
Saat hujan inilah aku merasa bahagia.

Saat hujan kamu memberikanku pelukan terbaikmu,
Saat hujan kamu berikanku secangkir teh kasih sayang,
Saat hujan kamu beriku Sekuntum mawar indah,
Saat hujan kamu putarkan lagu romantis diradio.
Kamu ajak aku menari, dalam hujan.
Kamu ajak aku mendengarkan alunan nada hujan dan radio.
Sungguh indah, dan menenangkan.

Namun saat hujan pula langit senja tak terlihat,
Lukisan indah langit jingga tak menampakan diri.
Semua itu kekurangan yang telah tertutupi oleh sosokmu.

Puisi : from @RAINtaniaa with love (2)

SENJA bukanlah tentang MATAHARI  yang tenggelam,
Bukan pula tentang  langit yang berubah warna.
Tapi SENJA adalah saat dimana kau memintaku,
Tuk jadi kekasih mu.

RADIO bukan hanya suara musik yang didengar,
Atau suara penyiar yang membangkitkan semangat.
Tapi RADIO  adalah cara saat dimana kau berbicara padaku,
Bahwa kau mencintaiku.

EDELWEIS bukanlah sekedar bunga berwarna abu-abu
atau bunga yang tak memiliki bau.
Tapi EDELWEIS adalah bunga yang kau berikan padaku,
Bahwa ini lambang keabadian cintamu.

LUKISAN  abstrak itu bukan hanya sekedar coretan,
Bukan juga tentang siapa pelukisnya.
Tapi coretan abstrak itu kau serahkan padaku,
Bahwa ini gambaran cintamu padaku,
Abstrak, gak bisa dijelaskan, dan juga sulit untuk dimengerti.

Dan kebun TEH  bukan hanya seonggok tanaman,
Bukan juga tentang para pemetiknya,
Tapi kebun TEH  adalah tempat dimana kau bertanya padaku.
Maukah aku menjadi pacarmu?

Lalu tanpa ragu aku pun menjawab ‘YA’

Puisi : from ZIAH with love

Disaat awal putih biru
Kauu bagaikan matahari
Yang jangankan untuk kugapai
Untuk memandangmu pun sulit kulakukan

Disaat akhir putih biru
Kau bagaikan lukisan indah
yang hanya bisa kupandang dari jauh
tanpa berani kusentuh

Disaat awal putih abu-abu
Kau bagaikan gula dalam tehku
Yang selau bisa memberikan rasa manis
Dengan adanya dirimu disisiku

Dan kini…
Disaat akhir putih abu-abu
Kita bagaikan Jingga dan senja
Kedua warna yang tak terpisahkan
Saat matahari mulai tenggelam